Celotehan #3 - Give us Our Peace

Aku tidak bisa bilang kalau ini tidak terinspirasi dari lagu yang pernah trending #1 di Youtube Indonesia. Judulnya, kalau diartikan ke bahasa Inggris adalah judul post ini. Di bahasa aslinya, judul lagunya adalah A'touna el-Toufoule.
Link: https://www.youtube.com/watch?v=BIerY5b7VP
~ #3 ~

Tidak ada senandung lain yang menggambarkan kekacauan di Timur Tengah selain lagu ini. Dengan metafora dari pandangan anak kecil sebagai korban perang, tentu lagu yang mengenyahkan hati ini memberikan sensasi tersendiri. Namun, apa saja perbandingan yang terus disajikan dalam lagu ini? Apakah hanya sebatas rasa putus asa belaka ataukah juga membawa harapan masa depan?


Ya ‘Alam
(Wahai dunia)
Ardhi mahroo’a
(Tanahku habis terbakar)
Ardhi huriyyeh masroo’a
(Tanahku dicuri kebebasannya)

Lagu dimulai dengan suatu penerimaan, bahwa mereka diambil kebebasannya pertanda mereka hidup tanpa kebebasan yang asasi. "Wahai dunia," ungkapan putus asa kepada dunia yang telah diporak-porandakan. Situasi kacau balau mendominasi Timur Tengah sejak hegemoni kekuasaan berlanjut peperangan. Kendati perang sudah selesai, apakah tanah (SDA dan SDM) dapat bermanfaat lagi setelah terbakar (hangus dan menjadi abu)?

Samana ‘am tehlam ‘am tes’al el-eiyam
(Langit kami sedang bermimpi bertanya kepada hari)
Weina esh-shames el-helwe
(di mana matahari yang indah)
W-rfouf el-hamam
(Di mana kipasan sayap burung merpati)

Satu bait yang memunculkan harapan. Personifikasi langit sebagai pengamat sudah bosan melihat kehidupan di gurun yang tandus. Mereka hidup bagai kaktus di gurun menunggu air hujan, tumbuh dan menjalani kehidupan yang sangat menyulitkan sambil berharap akan kenikmatan dan masa depan yang lebih baik. Bukankah aneh, berpikir akan jalan keluar meski sudah lama sengsara dalam kenistaan?

Ardhi zgheere metli zgheere
(Tanahku kecil, seperti aku, itu kecil)
A’touna es-salam
(Berikan kedamaian kembali padanya)
A’touna et-tufoole
(Berikan kami masa kecil)

Hidup dengan keputusan orang yang lebih besar, itulah anak kecil. Tanah yang besar, namun tidak punya apa-apa, itulah daerah Timur Tengah yang sedang berperang. Daerah yang masih di bawah perebutkan kekuasaan besar, tidak jauh berbeda dibandingkna anak kecil. Bagai anak kecil yang lupa akan masalah jika diberi mainan yang disukainya, banyak bantuan diberikan, tetapi hanya meringankan sementara tanpa menghapus sumbernya.

I am a child with something to say
Please listen to me
I am a child who wants to play
Why don’t you let me
My doors are waiting, my friends are praying
Small hearts are begging
Give us a chance

Puncak isi dari senandung pengingat ini. "Berikanlah kami kesempatan," adalah seruan terakhir kepada dunia luar untuk menghentikan konflik peperangan ini. Ketika negara-negara sekitarnya masih kurang dalam mengupayakan perdamaian, ucapan dalam bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, menyeru kepada seluruh bangsa untuk membebaskan tanah tersebut.

~ #3 ~

Secara garis besar, lagu dengan makna "berikan kami masa kecil" membawa pesan khusus dari anak yang berkembang dalam ketakutan dan kengerian Hidup dengan nyawa di ujung nadi setiap hari sambil menengadah agar hidup yang didambakannya datang.

Memang, kita tidak akan merasakannya, tetapi akankah kita terus berlalu-lalang bersikap acuh tak acuh kepada mereka?

Komentar